Jumat, 19 September 2014

Puisi Kenangan Terindah



Catatan Kecil tentang Kisah Kita

Indah note book ungu penuh kenangan manis
Lembar demi lembar cerita tergores bahagia
Menyatukan awal dan ujung kisah antara kau dan aku
Ada duka terurai, senyum bahagia, dan manisnya canda tawa
Masa-masa itu adalah yang terindah
Saat matamu dan mataku terikat di sudut senja sore hari
Di sana kita sematkan janji untuk saling menguatkan
Kau bilang ku tak boleh lemah apalagi terus menangis
Sore itu mentari jatuh ke peraduan
Senja mengantar kita di persimpangan jalan
Jalan terjal yang harus kulalui tanpa ada lagi dirimu
Gerimis mulai jatuh di balik awan pucat bergelombang
Angin menderu ombak menggulung pantai
Ada lembut sentuhmu di semilir angin menembus hujan
Ada tawamu dibias sinar mentari mulai tenggelam
Jauh laut di tepi pantai, di sana mungkin kau berada
Saat kurindu kau, aku akan mengenangmu
Membaca goresan tanganmu indah dalam catatan
Melihat senja mengantar matahari terbenam
Ada rindu mendalam saat bulan merona merah
Menyulam senyuman indah melukis wajah bidadari
Pijar cahaya bintang merangkai namamu di ujung langit
Dirimu adalah benda-benda langit di angkasa luas
Jauh dan tak terjangkau dan aku hanya bisa memandang dan tersenyum
Terkadang pula menangis, meratap dalam sesal tiada akhir
Jalan takdir mengantar kita di simpang jalan
Jalan yang takkan pernah bertemu  
Dalam hening suasana selalu kupuja dirimu
Di antara desir angin pantai menunggu mentari tenggelam lagi
                                                                                                          Naufal ‘Aziz A.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar