Mahasiswa tentunya harus
menyadari bahwa dalam dirinya tersemat predikat generasi penerus pembangunan
bangsa. Sebagaimana predikat tersebut memberikan konsekuensi tanggung jawab besar
yang harus diupayakan semaksimal mungkin. Tanggung jawab yang besar tersebut
mendorong mahasiswa agar senantiasa aktif memberikan kontribusinya kepada
kemajuan bangsa, dalam hal ini upaya yang harus dilakukan adalah menjadi
mahasiswa yang memiliki kepribadian kuat dan mencintai tanah airnya. Mahasiswa
harus mengupayakan diri menjadi agen-agen pembaharu sebagai ujung tombak
kemajuan pembangunan. Menurut Havelock Agen pembaharu adalah aktor utama dalam
setiap upaya-upaya organisasi yang harus berperan sebagai pemimpin,
fasilitator, negosiator, dan advisor.
Agen pembaharu adalah sosok problem solver atas berbagai permasalahan
bangsa termasuk di dalamnya adalah permasalahan produktivitas kegiatan ekonomi
kita yang masih rendah dan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap
aktivitas ekonomi negara lain.
Indonesia adalah negara yang
besar dari segi geografis dan memiliki penduduk terbanyak keempat di dunia yang
pada saat disurvei terakhir kali oleh BPS mencapai 250 juta jiwa lebih. Dari
250 juta jiwa 27 % di antaranya adalah pemuda. Kuantitas SDM yang tinggi
sepertinya belum sebanding dengan kualitasnya terbukti dengan presentase
kemiskinan yang masih tinggi mencapai 13,33 % atau sekitar 31,02 juta penduduk
miskin berdasarkan survey BPS tahun 2010. Hal ini turut mengetuk jiwa kita
semua terlebih sebagai pemuda ternyata tanggung jawab kita di masa depan masih
cukup berat untuk menuntaskan masalah kemiskinan dan keterbelakangan kualitas
SDM. Sejak saat ini mahasiswa dan seluruh elemen jiwa muda harus bergerak aktif
dan terencana untuk memperbaiki keadaan dan memberikan kontribusi yang maksimal
bagi upaya pemecahan masalah tersebut. Sebagai agen pembaharu sudah semestinya
saat ini mahasiswa senantiasa menyibukkan diri dalam upaya peningkatan wawasan
ekonomi dan turut aktif serta partisipatif dalam upaya pengentasan kemiskinan
masyarakat. Langkah konkrit yang bisa diupayakan adalah mulailah kita mencintai
produk-produk asli karya anak negeri dengan menggunakan dan ikut mempromosikan
produk asli Indonesia. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi sendiri
mahasiswa diharapkan agar mampu menjadi pendobrak teknologi yang selalu
mengikuti arah kemajuan teknologi, melakukan pembaharuan di bidang teknologi
dan memprioritaskan perkembangan teknologi sebagai solusi lemahnya daya saing
produktivitas ekonomi. Pada era permulaan abad millenium sampai saat ini
teknologi terbarukan telah mampu mendorong manusia memecahkan berbagai masalah
global, oleh karena itu bangsa Indonesia harus semakin melek teknologi demi
tercapainya kemandirian bangsa. Tren penguasaan teknologi kita yang semakin
menuju arah positif harus dipertahankan dan selalu ditingkatkan agar mampu
mengimbangi kemampuan teknologi bangsa lain. Meskipun secara umum kemampuan
kita masih tertinggal setidaknya kita masih memiliki optimisme terlihat dengan
makin eksisnya industri yang mengandalkan teknologi tinggi di negara kita yang
mampu bersaing dengan negara lain seperti PT Pindad yang produk senjatanya
tidak hanya digunakan oleh TNI namun juga diminati oleh tentara US Army dan
negara-negara lain. Pada sisi peneletian dan pengembangan, baik lembaga riset
atau lembaga pendidikan semakin aktif menyumbangkan hasil temuannya untuk
menunjang kemandirian industri seperti kampus-kampus berbasis keilmuan
teknologi yang mampu menghasilkan ribuan hasil riset dan pengembangan di setiap
tahunnya yang harus selalu dipantau dan ditindaklanjuti pemerintah melalui
Kemenristek Dikti. Masih banyak produk teknologi buatan anak negeri yang mesti
kita lestarikan dan kembangkan untuk menunjang kemandirian ekonomi dan
industrialisasi bangsa. Sudah saatnya kini untuk mencintai produk dalam negeri
dan hal ini harus dipelopori oleh mahasiswa sebagai agen-agen pembaharu penerus
pembangunan industri bangsa.
Berdasarkan kajian mendalam
Havelock, maka untuk menjadi agen pembaharu industri mahasiswa harus berproses
menjadi pribadi yang mampu memimpin dirinya sendiri dan orang lain untuk
memgembangkan industri bangsa dengan ikut mencintai produk dalam negeri dan
berada di garda terdepan dalam memajukan produk asli Indonesia. Kepemimpinan
mahasiswa harus diupayakan sejak dini agar pada nantinya tercipta
generasi-generasi pemuda yang berkualitas pemimipin bagi masa depan. Pemimpin
ini harus mampu mengorganisasikan dirinya dan orang lain untuk mulai melakukan
gerakan-gerakan pembaharuan. Upaya pembentukan mental pemimpin ini harus
dilaksanakan secara integratif meliputi upaya pembinaan-pembinaan dalam hal pemecahan
masalah, pengambilan keputusan, dan manajemen konflik. Dalam hal ini mahasiswa
dituntut untuk aktif dalam banyak kegiatan organisasi dan berpartisipasi dalam
berbagai aktivitas pembentukan kepemimpinan yang lainnya seperti latihan dasar
kepemimpinan dan lain-lain. Pemimpin dalam sebuah industri baik barang maupun
jasa mesti berkarakter penganalisa dan risk taker karena pada nantinya
pemimpin ini akan menjumpai tantangan bisnis yang dahsyat dan harus jatuh
bangun menjalaninya. Kualitas pemimpin yang penuh integritas ini diharapkan
akan mendorong kemajuan industri bangsa dalam memimpin lebih dari 250 juta
masyarakat Indonesia menuju masyarakat sadar industri di masa depan. Pribadi
pembaharu juga adalah pribadi yang mampu menempatkan dirinya sebagai seorang
fasilitator yaitu figur mumpuni yang mampu menjembatani kepentingan berbagai
pihak. Fasilitator adalah seseorang yang membantu sekelompok orang memahami
tujuan bersama mereka dan membantu mereka membuat rencana guna mencapai tujuan
tersebut tanpa mengambil posisi tertentu dalam diskusi.
Fasilitator adalah pribadi berpemikiran maju yang mampu menyumbangkan solusi
cerdas dan menyumbangkan kontribusi yang optimal bagi bangsa. Sosok fasilitator
ini sebagaimana dijelaskan oleh Sam Kaner(2007) harus memiliki keterampilan
dalam hal memimpin sebuah pertemuan termasuk masalah ketepatan waktu, mengikuti
agenda yang sudah disepakati, merangkum pembicaraan, menengahi pertentangan
termasuk kemampuan yang lebih dalam mendengarkan. Fasilitator
juga memiliki peran dalam segi peningkatan penggunaan teknologi penunjang
kegiatan industri melalui penyuluhan dan pelatihan-pelatihan sebagaimana
seringkali produk-produk usaha terutama UKM mengalami permasalahan tersebut. Seiring
makin kompleksnya aktivitas perindustrian kita akan sangat bergantung pada
sosok-sosok fasilitator yang mampu menyehatkan iklim organisasi industri yang
kompetitif, berdaya saing dan minim pertentangan.
Pribadi pembaharu juga
merupakan sosok yang memiliki kekuatan dan kemampuan dalam perundingan atau
negosiator handal. Melalui para negosiator ini industri kita akan di bawa
menuju posisi tawar yang tinggi dalam mekanisme perdagangan. Mahasiswa kembali
harus menempa diri untuk memahami arus birokrasi dan membina mental sebagai
negosiator dengan peran aktif mereka dalam melakukan hubungan dengan lingkungan
sekitar. Mahasiswa harus aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta
membaur dengan rakyat dalam hal ini membaur dengan lingkungan industri baik
industri skala rumahan, industri kecil, menengah, bahkan besar agar mampu
mempelajari hambatan-hambatan dan arus birokrasi usaha serta mengupayakan agar
kegiatan industri mulai dari produksi, distribusi sampai konsumsi oleh konsumen
dapat berjalan lancar tanpa harus mengikuti aturan perijinan maupun persyaratan
yang tidak penting. Kekuatan negosiasi dalam industri sangat penting berkaitan
dengan penyelesaian konflik dan konsensus yang saling menguntungkan kedua belah
pihak. Dengan semakin berkembangnya industri dunia serta perekonomian global
akan sangat berdampak bagi kegiatan industrialisasi negara kita, melalui
negosiator-negosiator ulung inilah harapan akan kerjasama ekonomi dan industri
dengan negara lain yang saling menguntungkan kita tautkan agar bangsa Indonesia
bukan lagi menjadi bangsa yang terbelakang dengan selalu mengandalkan produk bangsa
lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya perjanjian dagang
internasional seperti AFTA, AEC, ACFTA yang mencakup wilayah regional Asia dan
cepat atau lambat kita akan menghadapi perdagangan bebas dengan negara-negara
Eropa maupun dunia internasional diharapkan Indonesia mampu mengambil manfaat
bagi keberlangsungan industri dalam negeri sendiri sepert terciptanya transfer
teknologi maju, lapangan kerja yang semakin luas, wilayah pemasaran yang
semakin luas, daya saing manusia yang semakin kompetitif, dan produk dalam
negeri yang semakin berkualitas.
Sosok agen pembaharu yang
terakhir adalah seseorang berkriteria advisor yang mampu memberikan masukan dan
pengarahan terhadap sebuah rangkaian sistem kerja agar prinsip utama dalam
sistem tersebut dapat diarahkan menuju tujuan utama yang hendak dicapai.
Seorang advisor adalah seseorang yang mampu mengarahkan sistem yang rusak
menuju perbaikan dan mampu memotivasi orang-orang untuk bergerak mencapai
tujuan. Sosok-sosok advisor perindustrian harus mampu memetakan permasalahan
perindustrian kita dan mencari jalan keluar bagi permasalahan tersebut. Seorang
mahasiswa harus mampu menjadi advisor yang dapat menggerakkan orang dengan
kekuatan bicaranya. Advisor memiliki ketegasan dalam memberikan arahan dengan
ditunjang oleh analisa yang kuat dan kesatuan perkataan serta perbuatan.
Menjadi seorang advisor industri tentunya membutuhkan pengalaman dan wawasan
industri yang luas. Mulai dari saat ini mahasiswa harus semakin mengepakkan
sayap mengarungi cakrawala keilmuan industri yang luas mulai dari memahami
manajemen perencanaan bahan sampai pelayanan purna jual. Seorang advisor harus
memahami setiap detail rantai pasokan barang mulai barang mentah sampai produk
akhir. Dalam prakteknya seorang advisor akan banyak berperan sebagai pemikir
dan membagi tugas dengan leader terkait kebijakan yang akan di ambil dalam
menjalankan roda kelangsungan industri. Negosiator akan membawa industri kita
semakin maju dengan meningkatkan posisi tawar produk kita di mata dunia. Posisi
tawar atau bargaining position sebuah produk akan sangat menentukan
posisi produk di dalam suatu wilayah pemasaran. Melalui para negosiator ini
nantinya industri kita diharapkan mampu mengeksplorasi pasar ekspor dunia,
mendapat perlindungan hukum perdagangan internasional, dan membuka keran pasar
perdagangan baru yang potensial.
Keempat kriteria agen
pembaharu dalam uraian di atas adalah salah satu langkah konkrit yang dapat
diterapkan oleh mahasiswa sebagai upaya memberikan kontribusi yang maksimal
bagi terciptanya kemajuan industrialisasi dan kemandirian ekonomi bangsa agar
tercipta masyarakat Indonesia yang sejahtera dan berorientasi industri
teknologi tinggi demi masa depan serta cita-cita bangsa Indonesia mewujudkan
kesejahteraan rakyat. Mahasiswa harus senantiasa berproses menjadi figur-figur
pembaharu dalam bidang industri sebagaimana dikatakan oleh Mansyur Wiratmo(1995)
bahwa dalam negara-negara yang berkembang seperti Indonesia industrialisasi diperlukan agar negara bisa
tumbuh dan berkembang secara cepat.