Rabu, 23 Desember 2015

Program Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa PT Dataprint



Salam semangat Sahabat Dreamers!!!
Bagi sahabat yang ingin hunting beasiswa kuliah atau SMA, kabar gembira nih untuk kalian. Yupss, program CSR PT Dataprint siap membagikan 1000 beasiswa untuk kalian para pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Ada banyak kesempatan yang bisa kamu raih loh karena periode penerimaannya dibagi 2 gelombang, bukan cuma itu nominalnya juga dibagi 3 kategori mulai Rp250.000, Rp500.000, dan Rp1.000.000 per periode, jadi kemungkinan untuk lolos makin terbuka lebar. Nah boleh dicoba banget tuh buat kalian Sahabat Dreamers, jarang-jarang loh ada perusahaan yang concern dan peduli sama pendidikan dengan kosisten. Buat kalian yang penasaran dan pengin banget nyoba buat dapetin beasiswa dataprint silakan cek di www.beasiswadataprint.com lumayan banget kan buat kita para mahasiswa dan pelajar yang ingin nambah-nambah uang jajan atau beli buku, hehe. Sukses ya buat kalian semua sahabat dreamers. Cheriooooooo!!!!

Selasa, 01 Desember 2015

MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA SEBAGAI AGEN PEMBAHARU INDUSTRIALISASI

Mahasiswa tentunya harus menyadari bahwa dalam dirinya tersemat predikat generasi penerus pembangunan bangsa. Sebagaimana predikat tersebut memberikan konsekuensi tanggung jawab besar yang harus diupayakan semaksimal mungkin. Tanggung jawab yang besar tersebut mendorong mahasiswa agar senantiasa aktif memberikan kontribusinya kepada kemajuan bangsa, dalam hal ini upaya yang harus dilakukan adalah menjadi mahasiswa yang memiliki kepribadian kuat dan mencintai tanah airnya. Mahasiswa harus mengupayakan diri menjadi agen-agen pembaharu sebagai ujung tombak kemajuan pembangunan. Menurut Havelock Agen pembaharu adalah aktor utama dalam setiap upaya-upaya organisasi yang harus berperan sebagai pemimpin, fasilitator, negosiator, dan advisor. Agen pembaharu adalah sosok problem solver atas berbagai permasalahan bangsa termasuk di dalamnya adalah permasalahan produktivitas kegiatan ekonomi kita yang masih rendah dan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap aktivitas ekonomi negara lain.
Indonesia adalah negara yang besar dari segi geografis dan memiliki penduduk terbanyak keempat di dunia yang pada saat disurvei terakhir kali oleh BPS mencapai 250 juta jiwa lebih. Dari 250 juta jiwa 27 % di antaranya adalah pemuda. Kuantitas SDM yang tinggi sepertinya belum sebanding dengan kualitasnya terbukti dengan presentase kemiskinan yang masih tinggi mencapai 13,33 % atau sekitar 31,02 juta penduduk miskin berdasarkan survey BPS tahun 2010. Hal ini turut mengetuk jiwa kita semua terlebih sebagai pemuda ternyata tanggung jawab kita di masa depan masih cukup berat untuk menuntaskan masalah kemiskinan dan keterbelakangan kualitas SDM. Sejak saat ini mahasiswa dan seluruh elemen jiwa muda harus bergerak aktif dan terencana untuk memperbaiki keadaan dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi upaya pemecahan masalah tersebut. Sebagai agen pembaharu sudah semestinya saat ini mahasiswa senantiasa menyibukkan diri dalam upaya peningkatan wawasan ekonomi dan turut aktif serta partisipatif dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat. Langkah konkrit yang bisa diupayakan adalah mulailah kita mencintai produk-produk asli karya anak negeri dengan menggunakan dan ikut mempromosikan produk asli Indonesia. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi sendiri mahasiswa diharapkan agar mampu menjadi pendobrak teknologi yang selalu mengikuti arah kemajuan teknologi, melakukan pembaharuan di bidang teknologi dan memprioritaskan perkembangan teknologi sebagai solusi lemahnya daya saing produktivitas ekonomi. Pada era permulaan abad millenium sampai saat ini teknologi terbarukan telah mampu mendorong manusia memecahkan berbagai masalah global, oleh karena itu bangsa Indonesia harus semakin melek teknologi demi tercapainya kemandirian bangsa. Tren penguasaan teknologi kita yang semakin menuju arah positif harus dipertahankan dan selalu ditingkatkan agar mampu mengimbangi kemampuan teknologi bangsa lain. Meskipun secara umum kemampuan kita masih tertinggal setidaknya kita masih memiliki optimisme terlihat dengan makin eksisnya industri yang mengandalkan teknologi tinggi di negara kita yang mampu bersaing dengan negara lain seperti PT Pindad yang produk senjatanya tidak hanya digunakan oleh TNI namun juga diminati oleh tentara US Army dan negara-negara lain. Pada sisi peneletian dan pengembangan, baik lembaga riset atau lembaga pendidikan semakin aktif menyumbangkan hasil temuannya untuk menunjang kemandirian industri seperti kampus-kampus berbasis keilmuan teknologi yang mampu menghasilkan ribuan hasil riset dan pengembangan di setiap tahunnya yang harus selalu dipantau dan ditindaklanjuti pemerintah melalui Kemenristek Dikti. Masih banyak produk teknologi buatan anak negeri yang mesti kita lestarikan dan kembangkan untuk menunjang kemandirian ekonomi dan industrialisasi bangsa. Sudah saatnya kini untuk mencintai produk dalam negeri dan hal ini harus dipelopori oleh mahasiswa sebagai agen-agen pembaharu penerus pembangunan industri bangsa.
Berdasarkan kajian mendalam Havelock, maka untuk menjadi agen pembaharu industri mahasiswa harus berproses menjadi pribadi yang mampu memimpin dirinya sendiri dan orang lain untuk memgembangkan industri bangsa dengan ikut mencintai produk dalam negeri dan berada di garda terdepan dalam memajukan produk asli Indonesia. Kepemimpinan mahasiswa harus diupayakan sejak dini agar pada nantinya tercipta generasi-generasi pemuda yang berkualitas pemimipin bagi masa depan. Pemimpin ini harus mampu mengorganisasikan dirinya dan orang lain untuk mulai melakukan gerakan-gerakan pembaharuan. Upaya pembentukan mental pemimpin ini harus dilaksanakan secara integratif meliputi upaya pembinaan-pembinaan dalam hal pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan manajemen konflik. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk aktif dalam banyak kegiatan organisasi dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas pembentukan kepemimpinan yang lainnya seperti latihan dasar kepemimpinan dan lain-lain. Pemimpin dalam sebuah industri baik barang maupun jasa mesti berkarakter penganalisa dan risk taker karena pada nantinya pemimpin ini akan menjumpai tantangan bisnis yang dahsyat dan harus jatuh bangun menjalaninya. Kualitas pemimpin yang penuh integritas ini diharapkan akan mendorong kemajuan industri bangsa dalam memimpin lebih dari 250 juta masyarakat Indonesia menuju masyarakat sadar industri di masa depan. Pribadi pembaharu juga adalah pribadi yang mampu menempatkan dirinya sebagai seorang fasilitator yaitu figur mumpuni yang mampu menjembatani kepentingan berbagai pihak. Fasilitator adalah seseorang yang membantu sekelompok orang memahami tujuan bersama mereka dan membantu mereka membuat rencana guna mencapai tujuan tersebut tanpa mengambil posisi tertentu dalam diskusi. Fasilitator adalah pribadi berpemikiran maju yang mampu menyumbangkan solusi cerdas dan menyumbangkan kontribusi yang optimal bagi bangsa. Sosok fasilitator ini sebagaimana dijelaskan oleh Sam Kaner(2007) harus memiliki keterampilan dalam hal memimpin sebuah pertemuan termasuk masalah ketepatan waktu, mengikuti agenda yang sudah disepakati, merangkum pembicaraan, menengahi pertentangan termasuk kemampuan yang lebih dalam mendengarkan. Fasilitator juga memiliki peran dalam segi peningkatan penggunaan teknologi penunjang kegiatan industri melalui penyuluhan dan pelatihan-pelatihan sebagaimana seringkali produk-produk usaha terutama UKM mengalami permasalahan tersebut. Seiring makin kompleksnya aktivitas perindustrian kita akan sangat bergantung pada sosok-sosok fasilitator yang mampu menyehatkan iklim organisasi industri yang kompetitif, berdaya saing dan minim pertentangan.
Pribadi pembaharu juga merupakan sosok yang memiliki kekuatan dan kemampuan dalam perundingan atau negosiator handal. Melalui para negosiator ini industri kita akan di bawa menuju posisi tawar yang tinggi dalam mekanisme perdagangan. Mahasiswa kembali harus menempa diri untuk memahami arus birokrasi dan membina mental sebagai negosiator dengan peran aktif mereka dalam melakukan hubungan dengan lingkungan sekitar. Mahasiswa harus aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta membaur dengan rakyat dalam hal ini membaur dengan lingkungan industri baik industri skala rumahan, industri kecil, menengah, bahkan besar agar mampu mempelajari hambatan-hambatan dan arus birokrasi usaha serta mengupayakan agar kegiatan industri mulai dari produksi, distribusi sampai konsumsi oleh konsumen dapat berjalan lancar tanpa harus mengikuti aturan perijinan maupun persyaratan yang tidak penting. Kekuatan negosiasi dalam industri sangat penting berkaitan dengan penyelesaian konflik dan konsensus yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Dengan semakin berkembangnya industri dunia serta perekonomian global akan sangat berdampak bagi kegiatan industrialisasi negara kita, melalui negosiator-negosiator ulung inilah harapan akan kerjasama ekonomi dan industri dengan negara lain yang saling menguntungkan kita tautkan agar bangsa Indonesia bukan lagi menjadi bangsa yang terbelakang dengan selalu mengandalkan produk bangsa lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya perjanjian dagang internasional seperti AFTA, AEC, ACFTA yang mencakup wilayah regional Asia dan cepat atau lambat kita akan menghadapi perdagangan bebas dengan negara-negara Eropa maupun dunia internasional diharapkan Indonesia mampu mengambil manfaat bagi keberlangsungan industri dalam negeri sendiri sepert terciptanya transfer teknologi maju, lapangan kerja yang semakin luas, wilayah pemasaran yang semakin luas, daya saing manusia yang semakin kompetitif, dan produk dalam negeri yang semakin berkualitas.
Sosok agen pembaharu yang terakhir adalah seseorang berkriteria advisor yang mampu memberikan masukan dan pengarahan terhadap sebuah rangkaian sistem kerja agar prinsip utama dalam sistem tersebut dapat diarahkan menuju tujuan utama yang hendak dicapai. Seorang advisor adalah seseorang yang mampu mengarahkan sistem yang rusak menuju perbaikan dan mampu memotivasi orang-orang untuk bergerak mencapai tujuan. Sosok-sosok advisor perindustrian harus mampu memetakan permasalahan perindustrian kita dan mencari jalan keluar bagi permasalahan tersebut. Seorang mahasiswa harus mampu menjadi advisor yang dapat menggerakkan orang dengan kekuatan bicaranya. Advisor memiliki ketegasan dalam memberikan arahan dengan ditunjang oleh analisa yang kuat dan kesatuan perkataan serta perbuatan. Menjadi seorang advisor industri tentunya membutuhkan pengalaman dan wawasan industri yang luas. Mulai dari saat ini mahasiswa harus semakin mengepakkan sayap mengarungi cakrawala keilmuan industri yang luas mulai dari memahami manajemen perencanaan bahan sampai pelayanan purna jual. Seorang advisor harus memahami setiap detail rantai pasokan barang mulai barang mentah sampai produk akhir. Dalam prakteknya seorang advisor akan banyak berperan sebagai pemikir dan membagi tugas dengan leader terkait kebijakan yang akan di ambil dalam menjalankan roda kelangsungan industri. Negosiator akan membawa industri kita semakin maju dengan meningkatkan posisi tawar produk kita di mata dunia. Posisi tawar atau bargaining position sebuah produk akan sangat menentukan posisi produk di dalam suatu wilayah pemasaran. Melalui para negosiator ini nantinya industri kita diharapkan mampu mengeksplorasi pasar ekspor dunia, mendapat perlindungan hukum perdagangan internasional, dan membuka keran pasar perdagangan baru yang potensial.
Keempat kriteria agen pembaharu dalam uraian di atas adalah salah satu langkah konkrit yang dapat diterapkan oleh mahasiswa sebagai upaya memberikan kontribusi yang maksimal bagi terciptanya kemajuan industrialisasi dan kemandirian ekonomi bangsa agar tercipta masyarakat Indonesia yang sejahtera dan berorientasi industri teknologi tinggi demi masa depan serta cita-cita bangsa Indonesia mewujudkan kesejahteraan rakyat. Mahasiswa harus senantiasa berproses menjadi figur-figur pembaharu dalam bidang industri sebagaimana dikatakan oleh Mansyur Wiratmo(1995) bahwa dalam negara-negara yang berkembang seperti Indonesia  industrialisasi diperlukan agar negara bisa tumbuh dan berkembang secara cepat.


Kamis, 09 April 2015

Analisis UKM dalam Menghadapi Pasar Bebas MEA 2015


Peningkatan Profesionalitas SDM untuk Mengatasi Permasalahan Mendasar UKM
 
Usaha kecil dan menengah sebagaimana data yang dirilis BPS dari tahun ke tahun selalu memberikan peningkatan kontribusi bagi PDB, bahkan pada tahun 2003 UKM menyumbangkan 56,7% untuk PDB Nasional. Dalam hal ekspor UKM terus melakukan ekspansi pasar yang pada tahun 2001 tercatat mencapai 27,66 Triliun. Keberhasilan UKM dalam meningkatkan pola usahanya ini harus dipertahankan keberlangsungannya dan ditingkatkan hasil usahanya. Dalam gelaran MEA 2015 ini UKM harus melakukan berbagai langkah kompetitif demi menjaga eksistensi produk mereka agar tidak kalah saing.  Saat ini masih banyak permasalahan mendasar UKM yang bisa berpotensi menghalangi langkah UKM untuk menyongsong pasar bebas MEA 2015. Permasalahan ini seharusnya cepat ditanggapi pelaku UKM dan pemerintah untuk membentuk regulasi yang tepat sasaran untuk memproteksi UKM dan meningkatkan produktivitas UKM menghadapi pasar bebas MEA 2015.
Di antara permaslahan mendasar UKM sebagaimana diulas dalam makalah Bapak Benny Winandri, S.ST. MT. adalah :
1.      Kurangnya dukungan modal
2.      Organisasi dan manajemen yang kurang terstruktur
3.      Promosi yang terbatas
4.      Belum mampu memanfaatkan pangsa pasar dan peluang
5.      Penguasaan teknologi yang minim
6.      Jaringan usaha terbatas
7.      Pemasaran yang kurang optimal
8.      Mentalitas usaha rendah
Permasalahan-permasalahan di atas membutuhkan penanganan yang maksimal melalui pendekatan yang komprehensif melalui pengkajian dan pemecahan masalah sampai ke akarnya. Pada gelaran MEA 2015 mendatang akan sangat sulit bagi UKM untuk bersaing dengan produk negara lain seperti Thailand dan Malaysia apabila UKM kita masih bertumpu pada pengelolaan usaha yang konvensional. Dalam 8 poin yang disebutkan di atas ada beberapa persoalan terkait dengan system usaha UKM yang konvensional seperti manajemen dan organisasi yang belum terstruktur, penguasaan teknologi yang minim, promosi yang terbatas, dan jaringan usaha yang terbatas. Diperlukan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola UKM ini. Dibutuhkan pelatihan yang efektif untuk meningkatkan pelaku UKM yang berorientasi pada skilled entrepreneur oleh pemerintah demi memberdayakan pelaku UKM menjadi lebih kreatif, inovatif dan dan padat karya. Sumber daya manusia UKM baik dari sisi pemilik usahanya maupun tenaga kerjanya harus diupayakan menjadi sumber daya yang professional dalam mengelola usaha yang dibekali pengetahuan tentang pemasaran produk, inovasi produk, serta manajemen organisasi yang proesional. UKM-UKM tidak boleh lagi hanya mengandalkan sistem usaha yang dilaksanakan secara turun temurun dan menolak segala macam bentuk inovasi baru yang oleh sebagian pelaku UKM dianggap tabu. Pemerintah perlu mengupayakan penyuluhan-penyuluhan yang maksimal untuk menciptakan pelaku-pelaku UKM yang professional dan cakap dalam mengelola bidang usahanya.
Profesionalitas SDM ini harus diupayakan karena merupakan pokok dari semua masalah yang timbul. Di sisi permodalan, UKM sangat sulit untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan baik Bank maupun non Bank yang akhirnya kebanyakan dari pelaku UKM mengandalkan rentenir untuk meminjam dana pengembangan usaha, hal ini tentu menjadi preseden buruk bagi kelanjutan usaha UKM karena sebagaimana sifat dari rentenir ini yang cenderung menjadi lintah darat dan mematikan keuangan pelaku UKM dengan bunga setinggi langit. Kesulitan akses permodalan ini dikarenakan pihak lembaga keuangan meminta analisis usaha yang professional dan transparan melalui proposal peminjaman dana yang sulit dilaksanakan oleh pelaku-pelaku UKM yang kurang terlatih.Dalam hal ini selain tuntutan atas profesionalitas pelaku UKM, pemerintah juga harus membuat kebijakan-kebijakan yang mempermudah dan mendukung UKM dalam memperoleh bantuan modal. Dalam gelaran MEA mendatang peran pemerintah dalam menentukan arah dan kebijakan sangat penting diaplikasikan sebagai protektor serta regulator yang diharapkan bisa menjaga iklim usaha yang sehat sehingga bisa menguntungkan produk-produk UKM dalam negeri.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh UKM dalam mengatasi-mengatasi masalah tersebut di atas sebagaimana dilansir : http://www.fe.trisakti.ac.id/pusatstudi_industri/PUSAT/STUDY/TULUS%20TAMBUNAN/Pusat%20Studi/Working/Paper/WP9.pdf adalah :
1. Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif
Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
2. Bantuan Permodalan
Pemerintah perlu memperluas skema kredit khusus dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi UKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui sektor jasa finansial formal, sektor jasa finansial informal, skema penjaminan, leasing dan dana modal ventura. Pembiayaan untuk UKM sebaiknya menggunakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada maupun non bank. Lembaga Keuangan Mikro bank antara Lain: BRI unit Desa dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Sampai saat ini, BRI memiliki sekitar 4.000 unit yang tersebar diseluruh Indonesia. Dari kedua LKM ini sudah tercatat sebanyak 8.500 unit yang melayani UKM. Untuk itu perlu mendorong pengembangan LKM agar dapat berjalan dengan baik, karena selama ini LKM non koperasi memilki kesulitan dalam legitimasi operasionalnya.
3. Perlindungan Usaha
Jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan (win-win solution).
4. Pengembangan Kemitraan
Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antar UKM, atau antara UKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Selain itu, juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian, UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
5. Pelatihan
Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Selain itu, juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
6. Membentuk Lembaga Khusus
Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan UKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UKM.
7. Memantapkan Asosiasi
Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat, untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.
8. Mengembangkan Promosi
Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Disamping itu, perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya.
9. Mengembangkan Kerjasama yang Setara
Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.
10. Mengembangkan Sarana dan Prasarana
Perlu adanya pengalokasian tempat usaha bagi UKM di tempat-tempat yang strategis sehingga dapat menambah potensi berkembang bagi UKM tersebut.
Alasan-alasan UKM bisa bertahan dan cenderung meningkat jumlahnya pada masa krisis adalah :
1.      Sebagian besar UKM memproduksi barang konsumsi dan jasa-jasa dengan elastitas permintaan terhadap pendapatan yang rendah, maka tingkat pendapatan rata-rata masyarakat tidak banyak berpengaruh terhadap permintaan barang yang dihasilkan. Sebaliknya kenaikan tingkat pendapatan juga tidak berpengaruh pada permintaan.
2.      Sebagian besar UKM tidak mendapat modal dari bank. Implikasinya keterpurukan sektor perbankan dan naiknya suku bunga, tidak banyak mempengaruhi sektor ini. Berbeda dengan sektor perbankan bermasalah, maka UKM ikut terganggu kegiatan usahanya. Sedangkan usaha berkala besar dapat bertahan. Di Indonesia, UKM mempergunakan modal sendiri dari tabungan dan aksesnya terhadap perbankan sangat rendah.
3.      UKM mempunyai modal yang terbatas dan pasar yang bersaing, dampaknya UKM mempunyai spesialisasi produksi yang ketat. Hal ini memungkinkan UKM mudah untuk pindah dari usaha yang satu ke usaha lain, hambatan keluar-masuk tidak ada.
4.      Reformasi menghapuskan hambatan-hambatan di pasar, proteksi industri hulu dihilangkan, UKM mempunyai pilihan lebih banyak dalam pengadaan bahan baku. Akibatnya biaya produksi turun dan efisiensi meningkat. Tetapi karena bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi, maka pengaruhnya tidak terlalu besar.
5.      Dengan adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan menyebabkan sektor formal banyak memberhentikan pekerja-pekerjanya. Para penganggur tersebut memasuki sektor informal, melakukan kegiatan usaha yang umumnya berskala kecil, akibatnya jumlah UKM meningkat.

Minggu, 04 Januari 2015

Aku dan Catatan Awal Tahun 2015



Hari berlalu, tak terasa jalan hidupku sudah sampai pada tahap ini. aku hampir 21 tahun dan masih seperti dulu, masih suka menulis, kadang membaca, dan terus mencoba menemukan jati diri. 3 tahun yang lalu aku tidak pernah menyangka bisa sampai pada tahap ini, sekarang aku belajar Manajemen Bisnis Industri di kampus yang banyak orang tidak mengenalnya, STMI Kemenperin, dari sini aku berharap menemukan jati diri yang membuatku lebih dekat dengan diriku sendiri setelah sekin lama aku bergelut penuh peluh untuk menjadi orang lain. Di sini tempatku menimba ilmu dan merangkai simpul masa depan, aku belajar pada sebuah fenomena yang tak pernah ada sebelumnya dalam hidup. Ini benar-benar baru, aku belajar menjual barang, menjadi sales, memahami kebutuhan orang lain dan memenuhinya, dan yang lebih hebat adalah aku belajar untuk tidak takut pada masa depanku sendiri, karena ketakutan dan kekhawatiran hanya akan membunuh langkah demi langkah yang sudah terencana. This is Incredible berangkat dari sebuah perasaan frustasi aku sampai pada diriku yang baru, jauh dari angan masa lalu, jauh dari mimpi besar yang kuanggap hal terbaik yang akan kucapai di masa depan. Di kampus ini aku memimpin satu organisasi dakwah yang punya visi lain dari organisasi yang lain di kampusku, organisasi yang aktivitasnya disatukan oleh perasaan yang kuat, LDK Foskomi(Lembaga Dakwah Kampus Forum Studi dan Komunikasi Mahasiswa Islam). Sebuah organisasi yang membuatku merasa dekat dengan keluarga dan lingkungan kampung halamanku. Organisasi hebat dengan orang-orang di dalamnya yang tulus dan ikhlas.
Di awal tahun yang baru ini aku ingin mencoba lebih bersyukur atas rahmat Tuhan dan karunia-Nya, aku akan menikmati setiap detik perjalanan hidup ini, memanfaatkan yang terbaik yang Tuhan berikan. Perjuangan masih panjang dan pasti akan melelahkan, aku butuh bekal, aku harus sabar dan menikmati perihnya duri tajam menusuk hati dan kerikil panas yang mendera langkah kaki, aku berharap angin lembut tak berlama-lama mengiringi perjalanan ini karena semilir angin akan membuat terlena dengan kelembutannya dan membuatku lengah akan kerasnya perjalanan ini. Masih ada banyak pos-pos target yang belum kucapai dan aku berjanji pada diriku sendiri bahwa saat Tuhan telah memberiku jalan terbaik yang telah Ia pilihkan untukku aku akan memilih melewati jalan ini dan bukan kembali menjadi orang lain seperti dulu, begitulah hidup yang penuh dengan pilihan. Aku hanya berharap jika kali ini tidak banyak waktuku terbuang hanya untuk sesuatu yang tidak berguna, semoga semua aral yang melintang menghalangi langkah dapat kulalui. Suatu saat aku berharap untuk bisa belajar bisnis pada tingkat Strata 2 di kampus bisnis terbaik di seluruh dunia, mungkin di kampus Prasetya Mulia atau PPM Management dan bukan mustahil aku ke Harvard, atau kampus Bisnis elit di China, Singapura atau Taiwan, hanya tuhan yang memberiku jalan dan Ia akan memberikanku ketika aku benar-benar siap untuk menerimanya. Aku akan terus berusaha untuk siap dan pantas diberikan kesempatan itu, Bismillah, hanya Tuhan yang menentukan hasil kerja keras kita, maka teruslah berjalan dan jika perlu berlari kencang yakinlah jika di depan ada keberhasilan  dan jangan pernah menganggap hasil kerja keras kita adalah kegagalan, karena selalu ada hikmah dari sebuah kegagalan itu. Selamat Tahun Baru 2015 Semoga harapan kita semua tercapai.