Sabtu, 25 Oktober 2014

Gus Dur dan Nasihat Kecilnya untuk Bangsa



Abdurrahman Addakhil, lahir di Jombang 4 Agustus 1940 sebagai seorang putra pertama menteri agama pertama, KH. Wahid Hasyim. Abdurrahman Addakhil yang pamornya dihargai dengan panggilan Gus Dur adalah seorang yang punya daya magis di kalangan warga nahdliyyin. Selain seorang Ulama kharismatik nan jenius beliau adalah tokoh yang kritis dan selalu mengundang kontroversi. Banyak tulisan yang telah mengulas karakter dan kepribadian Gus Dur, di antara ribuan artikel tentang Gus Dur ini adalah artikel yang sengaja saya buat sebagai bentuk penghormatan kepada beliau(Allahu Yarham) sebagai tokoh inspirator dan guru bangsa yang selalu mengajar mata pelajaran persatuan, toleransi, pluralitas, humanitas, dan Islam Rahmatan lil ‘alamin.
Gus Dur mengajarkan kepada kita  bahwa hidup ini sebenarnya mudah, dia terkenal sering mengeluarkan jargon gitu aja kok repot yang sebenarnya dapat kita ambil sisi positif bahwa apapun yang terjadi di hidup kita tidak perlu dipikirkan yang susah-susah, hidup  akan selalu berjalan dan rasa dari kehidupan itu tergantung kita yang memberi bumbu-bumbu kehidupan. Apabila kita terlalu memikirkan masalah dan terjerumus dalam kegalauan bukan berarti keadaan akan tambah baik tapi justru sebaliknya. Begitupun Gus Dur hidup, selalu penuh keceriaan tak peduli berjuta orang memuji dan mencelanya dia selalu hidup sebagai Gus Dur yang berani, selalu mengkritisi dengan gayanya, konsisten membela orang lemah, dan ta’dzim kepada Ulama. Sisi ini yang patut kita teladani dari beliau apalagi pemuda yang sedang berjuang meraih mimpi bahwa keberanian dan kinerja yang konsisten akan membawa kita meraih impian.
Satu pelajaran berharga dari Gus Dur yang sangat penting kita praktekkan dalam kehidupan adalah 3 prinsip hidup beliau yang selalu beliau sampaikan di forum-forum talkshow, ceramah, pidato kenegaraan, dan seminar-seminar. Gus Dur selalu mengingatkan bahwa selama hidup dia selalu merasa tidak punya musuh, Gus Dur selalu memaafkan kesalahan orang seberat apapun kesalahan mereka, dan satu lagi Gus Dur selalu membela kaum minoritas. Prinsip ini benar-benar Gus Dur amalkan dalam hidupnya, kita sama-sama tahu pada saat beliau diturunkan paksa oleh MPR pada tahun 2001 dari tampuk kepemimpinan kepresidenan adalah bentuk kezaliman nyata para birokrat yang tidak suka dengan kebijakan Gus Dur yang tanpa kompromi. Pada saat itu bukan dia tidak mendapat dukungan rakyat atau analisis kompleksnya bukan karena dekrit presiden yang beliau sampaikan tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat. Menilik pernyataan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Mahfud MD. yang saat itu dipercaya meyakinkan jutaan laskar komando pasukan berani mati pimpinan Kiai Nuril Arifin Semarang yang siap mencegah penurunan Gus Dur dari tampuk kepemimpinan adalah tidak mungkin Gus Dur saat itu dikhianati rakyatnya melainkan dikhianati elit politik yang saat itu tidak cukup dewasa bekerja melaksanakan check and balance pemerintahan. Saat itu dengan gayanya yang santai beliau menginstruksikan seluruh basis pendukungnya di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk tidak usah berbondong-bondong datang ke Jakarta mencegah penurunannya dari istana. Momen itu dijadikan Gus Dur untuk mengajari masyarakat bahwa sesungguhnya tidak ada kepemimpinan di dunia ini yang patut dipertahankan mati-matian dan tidak masuk akal jika sebuah peralihan kepemimpinan harus mengorbankan satu saja nyawa yang melayang.
Gus Dur lahir dari keluarga yang beradab dan dihormati, kultur NU sangat kuat dia pegang dalam kehidupannya. Bagaimanapun tingkah dan polah Gus Dur saat beliau hidup baik yang sejalan dengan kehidupan warga NU ataupun tidak tak akan pernah melunturkan cinta dan hormat warga nahdliyyin kepadanya, meminjam bahasa Listianto Santoso pengarang buku Teologi Politik Gus Dur menyatakan jika seberapa salah Gus Dur di mata warga nahdliyyin, mereka akan dengan ikhlas memaafkan begitulah kiranya daya magis Gus Dur yang saya utarakan di awal tadi. Listianto mengungkapkan dalam bahasa yang elok jika mempelajari Gus Dur itu seperti membaca tulisan tanpa akhir dan mengarungi samudera keilmuan tanpa batas, jangan pernah berharap dengan membaca kehidupan Gus Dur anda akan menjumpai tanda titik karena anda akan lebih sering menemukan ribuan tanda koma dan tak jarang berakhir dengan tanda tanya.
Gus Dur adalah sosok guru yang patut kita teladani di tengah carut marut kehidupan berbangsa saat ini. Prinsip beliau akan sangat penting kita aplikasikan dalam kehidupan. Dalam suatu peristiwa , Syaikh Nazhim Al Haqqani pernah ditanya seseorang apakah Gus Dur itu benar-benar seorang wali dan beliau menjawab dengan lugas “lihatlah nanti ketika dia sudah wafat!!” sekarang kita tengok pernyataan Sang Mufti dan ambillah kesimpulan masing-masing dari kita atas jawaban dari pertanyaan “apakah Gus Dur itu seorang Wali atau bukan ?”

Jumat, 17 Oktober 2014

Selipan Motivasi dalam Curahan Hati



Dunia selalu kasih kita pilihan, untuk ke kanan atau ke kiri, untuk naik ke atas atau turun ke bawah. Suatu saat kita juga mungkin pernah ngerasa kalau hidup ini menekan kita untuk memilih apa yang semestinya bukan keinginan kita, hidup ternyata juga memaksa. Saat kita mencoba menjalani kenyataan hidup, sedikit demi sedikit Tuhan kasih kita pelajaran yang berharga yang bikin kita sadar betapa bodohnya kita saat itu. Maaf banget sob sebelumnya kalau di tulisan ini gue banyak nyepam, sebagai blogger pemula gue cuma pengen banyak inovasi di tulisan-tulisan yang gue bikin.^_^
Gw pengin jujur sejujur-jujurnya di tulisan ini karena emang bagi gw nulis yang bener-bener bisa bikin hati cukup tenang selain doa so pasti. Saat ini banyak planning yang gw susun, belajar dari masa lalu ketika kita kurang bikin alternatif planning itu bakal bikin kita kelimpungan nyari jalan lain saat kita gagal di jalan utama, ibarat mudik naik kendaraan pas jalan protokol utama macet total karena ada kecelakaan lu punya banyak pilihan untuk ambil jalan alternatif atau bisa juga nunggu aktifitas lalu lintas normal lagi, sekali lagi lu ditunutut untuk memilih, yang jadi masalah sekarang itu apa lu cukup paham dan yakin dengan pilihan lu, atau sederhananya lagi ketika lu nentuin pilihan yang lu ambil entah nunggu ataupun langsung ambil haluan lu bisa jamin ngga bakal sampe tujuan dengan selamat?? Begitulah gua sekarang, banyak planning yang gua susun, semuanya itu gua pelajarin detail-detailnya biar suatu saat pas kita emang udah mulai jalan dan kita ngepasin situasi tertentu gua bisa bijak ambil keputusan. Masa muda gua ngga boleh gua sia-siain lagi, cukup udah kegagalan di masa lalu, gua ngga pengen gagal lagi, bener banget apa kata Punggawa Bola Ranjang idaman para NBA Mania, Michael Jordan “Saya bisa menerima kegagalan, setiap orang pernah gagal pada sesuatu tapi saya tidak bisa menerima kegagalan karena tidak pernah mencoba”. Kegagalan itu bikin gua sadar betapa mahalnya harga sebuah mimpi dan spiknya si Jordan ini bikin gua termotivasi dan selalu teringat saat gua mulai melangkah maju. Sob, jadiin mimpi lu itu ranjang bola basket, ga peduli sependek pohon cimplukan atau setinggi menara sutet lu punya badan, itu bola harus tetap masuk ranjang dan biar masuk ranjang dengan style yang ciamik, lu musti banyak teori dan latihan karena kalau lu ambil cara curang gak ada yang bakal liat lu sebagai scorer terus lagi lu bayangin dah kalau misalnya ada orang boncel bisa berulang kali masukkin bola basket ke ranjang, ekspektasi orang bakalan lebih besar daripada orang normal yang ngelakuin itu.
Sob, sekali lagi gua pengen sampein, planning itu penting tapi action lebih penting karena ketika lu action di situ lu bakal nemu sesuatu yang mungkin di planning gak ada macam kegagalan dan halangan lainnya. Saat ini  tahapan action gua terus berjalan, berulang kali kegagalan itu bikin gua stress tapi kalau gua coba tengok ke belakang, kegagalan ini beda dari sebelumnya, karena balik lagi kata Si Jordan kegagalan saat kita udah pernah mencoba itu pelajaran dan pengalaman, Insya Allah kita bakalan dapet hikmah yang luar biasa dari kegagalan itu. Jujur gua gak tahu sebenarnya akan kemana arah hidup gua nanti, yang terpenting bagi gua adalah waktu sekarang berusahalah setengah mati kalau gak bisa mati-matian untuk ngeraih keberhasilan, ingat sob usaha!!! Just “usaha” masalah hasil itu hak prerogative tuhan. Terus gimana kalau udah capek usaha ditambahin doa kita tetep aja gagal, haruskah nyalahin tuhan? Salah sob, justru lu mesti tambah bersyukur karena  kita udah sama-sama tau kalau firman Tuhan itu “Berdoalah padaku maka akan kukabulkan” dan pengabulan dari tuhan itu adalah yang terbaik bagi kita, kalau kita dikasih gagal di jalan itu, maka bersyukurlah karena tuhan kasih tau kita untuk cari jalan lain yang lebih tepat, yang lebih sesuai passion kita, yang lebih bikin kita menikmati hasil. Sorry banget sob, ngambil koornya Mufassir, Hehe.
Saat ini beberapa planning gua mulai terwujud (Alhamdulillah J) tapi yang belum jleb kayaknya lebih banyak. Ketika kita memilih jalan sekarang untuk jadi Mujahid Mimpi, siap-siap aja untuk korbanin banyak kepentingan untuk perjuangan kita, salah satu pengorbanan itu bisa jadi korban perasaan sob, :D. Ya, begitulah saat ini gua 20 tahun dan lagi nanggung beban perasaan demi mimpi-mimpi gue di masa depan. Sejujurnya perasaan itu abstrak, gak jelas kapan datengnya, kapan mulainya, kapan masukknya, dan lain-lainnya. Bagaimanapun ini pengorbanan, yang mustinya gua nurutin perasaan tapi gua pending dulu, moga-moga sih gak ditikung orang lain dulu J itu yang selalu gua doain dan itu juga harus gua usahain, sejujurnya lagi buat ngilangin sedikit rasa galau dan beban perasaan itu tadi gua pengen banget ngomong jujur empat mata sama dia, gua pengen curahin semua perasaan gua ke dia bahwa kondisi gua sekarang adalah lagi siap sedia pasang badan di medan peperangan jadi untuk sekarang gak mungkin dulu kita p*c*r*n :D atau pait-paitnya nembak duluan (meskipun ntarnya ditolak)buat ngebuktiin perasaan itu. Ya begitulah, biar gimanapun dan dalam kondisi apapun, kamu adalah yang terindah di mataku(ini ciyus bukan gombal), You’re The Appe of My Eye J for now and everytime. Bukannya aku takut utk ngungkapin, tapi aku takut kalau saat ini kita gak bakalan baik. Kalau saat ini kamu adalah pengorbananku, di lain waktu akan kukorbankan yang lain untuk kamu. Banyak yang bilang itu pemikiran yang konyol, gimana bisa cewek diajak nunggu lama-lama dan gimana juga cowok konsisten ama ucapan yang belum tentu kenyataannya, buat gua itu semua masalah perasaan. Kalau kalau kita udah nemuin di mana hati kita berada, makin jauh kita dengan dia maka akan semakin bikin kita balik ke dia suatu saat, karena cinta itu kamu dan aku (begitu sih kata DP temen2 gua di sosmed) Hehe.
Oke sob makasih yang udah ngeluangin waktu baca postingan gua ini, meskipun banyak spamnya tapi moga-moga bermanfaat. Cherioo!!!